Bagaimana cara mebgobati ginekomastia pada sipenderita. Berikut pengertiannya

“dilansir dari laman Sehatq” Dalam masalah ini dokter dapat melakukan diagnosis dengan beberapa pertanyan mengenai riwayat medis pribadi dan keluarga. Dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik pada payudara dan alat kelamin untuk dapat mengobati ginekomastia tersebut yang terjadi pada sipenderita. Pada ginekomastia, diameter jaringan payudara >0,5 cm. Jika penyebab ginekomastia dari kondisi tersebut ternyata tidak jelas, dokter akan melakukan tes darah untuk melakukan beberapa pemeriksaan pada kadar hormon dan mamografi atau USG untuk melihat jaringan payudara. Pada beberapa kasus, ternyata dibutuhkan pemeriksaan lebih jauh seperti MRI, CT scan, X-ray atau biopsi. “dilansir dari laman Honestdocs” Operasi memang tidak selalu dilakukan, tetapi pada kondisi tertentu yang menyebabkan payudara sangat nyeri dan ukuran yang sangat besar sehingga mengganggu penampilan, ada saatnya prosedur operasi mungkin dipertimbangkan. Untuk mengobati ginekomastia tersebut, umumnya operasi tidak dibutuhkan. Karena seiring berjalannya waktu, ginekomastia akan hilang dengan sendirinya. Jika Anda memiliki masalah berat badan yang dapat membuat ukurang payudara Anda tampak lebih besar, Anda dapat mencoba menguranginya dengan menurunkan berat badan Anda. Untuk terapi hormon mungkin dapat dilakukan, tetapi karena harganya yang mahal dan efek samping yang lumayan mengganggu, Disarankan untuk Anda yang ingin melakukan terapi hormon harus berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi Anda secara keseluruhan. “dilansir dari laman Alodokter” Gejala utama penyakit ginekomastia pada seorang pria adalah payudara membesar. Umumnya payudara dapat membesar pada kedua payudara, tetapi dapat juga terjadi hanya di satu payudara. Payudara akan terasa kenyal atau kencang, dan dapat menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan, namun umumnya tidak muncul rasa sakit. Ginekomastia disebabkan dari ketidakseimbangan hormon estrogen dan hormon testosteron. Estrogen tersebut merupakan hormon yang mengatur karakter wanita, seperti pertumbuhan payudara. Sedangkan, testosteron adalah hormon yang mengatur karakter pria, seperti pertumbuhan otot dan rambut di tubuh. Namun, baik pria maupun wanita, tetap memproduksi kedua hormon tersebut. Dengan kata lain, wanita tetap dapat menghasilkan hormon testosteron dan pria tetap menghasilkan hormon estrogen, akan tetapi dengn perbedaan perbandingan. Ginekomastia terjadi saat hormon estrogen meningkat atau kadar testosteron menurun pada pria. Pada keadaan alami, berikut ini waktu tertentu yang dapat terjadi pada penyakit tersebut sehingga kita harus mengobati ginekomastia tersebut dengan cepat, seperti:

  • Masa pubertas. Kadar hormon berubah selama masa pubertas (usia 12 hingga 14 tahun) dan membuat payudara membesar, namun umumnya akan kembali normal 6 bulan hingga 2 tahun setelah masa pubertas.
  • Masa dewasa. Pembesaran payudara kadang terjadi pada pria dalam rentang usia 50 hingga 80 tahun. Ginekomastia terjadi pada 1 dari 4 pria di rentang usia tersebut.
  • Pasca kelahiran.Bayi laki-laki yang baru lahir masih dipengaruhi hormon estrogen yang didapatkan dari ibunya saat perkembangan di dalam rahim. Lebih dari setengah bayi laki-laki terlahir dengan payudara yang membesar, namun akan kembali normal dalam 2 hingga 3 minggu setelah kelahiran.
READ  Tips Menjaga Kesehatan Rambut agar Tetap Kuat dan Berkilau

Perlu kita ketahui juga, penyakit tersebut dapat disebabkan sejumlah zat dan obat-obatan, antara lain, obat antiandrogen, seperti finasteride dan spironolactone. Obat darah tinggi golongan antagonis kalsium atau ACE inhibitor. Obat antidepresan. Suplemen penambah massa otot (steroid anabolik) Produk perawatan tubuh yang mengandung tea tree oil atau lavender. NAPZA. Alkohol. Obat infeksi jamur, seperti ketoconazole. Obat mual, seperti metoclopramide. Kemoterapi. Obat penenang, seperti diazepam. Obat penyakit jantung, seperti digoxin. Antibiotik, seperti metronidazole. Obat maag, seperti cimetidine dan omeprazole. Dan obatan lainnya. Selain obat-obatan tersebut, penyakit ginekomastia juga bisa disebabkan oleh penyakit yang ternyata dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, di antaranya:

  • Gagal ginjal. 50% pasien cuci darah terserang ginekomastia akibat perubahan hormon.
  • Saat seseorang kekurangan nutrisi, kadar testosteron akan menurun, namun kadar estrogen tetap konstan.
  • Kondisi yang menghambat produksi hormon testosteron seperti sindrom Klinefelter.
  • Beberapa tumor seperti tumor testis, tumor kelenjar adrenal, dan kelenjar hipofisis (pituitary), bisa menganggu keseimbangan kadar estrogen dan testosteron.
READ  Mengenal Informasi Seputar Keputihan Berwarna Coklat

Sumber: Halodoc.com