Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko ginekomastia terjadi

“dilansir dari laman Hellosehat” adapun beberapa gejala ginekomastia seperti, Payudara lebih besar dari laki-laki pada umumnya. Ada jaringan yang mengeras dan meradang di bawah puting, dan dapat dirasakan oleh tangan. Ada sedikit rasa sakit pada payudara tapi tidak serius.namun, jika terdapat gejala ginekomastika yang terjadi seperti payudara membengkak dan keluar cairan dari puting, bahkan disertai juga rasa sakit pada salah satu atau kedua payudara. Maka disarankan untuk segera berkonsultasi pada dokter terdekat. Ginekomastia merupakan suatu kondisi yang terjadi pada laki-laki karena disebabkan oleh perubahan hormon saat pubertas. Kondisi tersebut dapat muncul baik pada bayi laki-laki yang baru lahir maupun pada lelaki lanjut usia. Beberapa obat-obatan dan obat perangsang otot di gym dapat ternyata dapat menyebabkan ginekomastia. Adapun beberapa faktor yang dapat menimbulkan gejala ginekomastika itu sendiri seperti, Susu kedelai, tahu, dan makanan lain dari kedelai karena kedelai mengandung banyak hormon estrogen. Dapat kamu ketahui juga bahwasanya konsumsi obat stimulan juga dapat memicu ginekomastia. Selain itu, ada juga beberapa penyebab langka gynecomastia seperti kanker payudara, tumor mammary, cacat lahir, dan penyakit hati atau ginjal. Berikut beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu dalam  meningkatnya resiko ginekomastia, misalnya:

  • Penyakit lain seperti penyakit hati, penyakit ginjal, penyakit tiroid, kelainan hormon, dan sindrom Klinefelter.
  • Usia: anak laki-laki dalam masa pubertas, atau lanjut usia berisiko memiliki penyakit ini.
  • Menggunakan steroid anabolik atau hormon androgen yang biasa digunakan dalam olahraga.
  • Konsumsi obat stimulan termasuk juga bagian dari beberapa faktor yang dapat meningkatnya resiko ginekomastia
READ  Ketahui penyakit ginekomastia berikut ini

Balita dan anak laki-laki yang berusia 12 hingga 16 tahun ternyata tidak membutuhkan pengobatan apa pun karena kondisi tersebut akan menghilang dengan sendiri saat mereka dewasa. Perawatan yang bisa dilakukan untuk tidak memperparah gejala ginekomastia tersebut seperti jangan konsumsi stimulan, berhenti konsumsi substansi tambahan untuk olahraga, serta beritahu dokter mengenai suplemen apa saja yang kita gunakan. Dan kompres dengan es serta gunakan obat pereda nyeri jika payudara meradang. Untuk masalah kelainan hormon, beberapa obat tertentu dapat membantu menyeimbangkan dan menormalkan jaringan payudara. Namun, jika masalah masih menetap, dokter akan menyarankan untuk memotong jaringan berlebih tersebut. “dilansir dari laman Sehatq” Ginekomastia ternyata dapat dipicu oleh penurunan jumlah hormon testosteron dibandingkan dengan estrogen. Penyebab penurunan ini bisa saja berupa kondisi yang menghalangi efek atau mengurangi testosteron atau kondisi yang dapat meningkatkan kadar estrogen tersebut. Beberapa hal dapat mengganggu keseimbangan hormon, termasuk berikut ini:

  • Produk herbal
READ  Kandungan Pewarna Rambut Yang Berbahaya

Minyak nabati, seperti pohon teh atau lavender, digunakan dalam sampo, sabun atau lotion telah dikaitkan dengan penyakit ginekomastia. Hal tersebut mungkin saja dapat terjadi karena aktivitas estrogenik mereka yang lemah.

  • Obat-obatan

Sejumlah obat dapat menyebabkan ginekomastia. Seperti anti-androgen digunakan untuk mengobati pembesaran prostat, kanker prostat dan beberapa kondisi lainnya. Steroid dan androgen anabolik. Obat AIDS. Efavirenz lebih sering dikaitkan dengan ginekomastia daripada obat HIV lainnya. Obat anti-kecemasan, seperti diazepam (Valium). Antidepresan trisiklik. Antibiotik. Obat maag, seperti simetidin. Perawatan kanker (kemoterapi). Obat jantung, seperti digoxin dan blocker saluran kalsium. Obat motilitas lambung, seperti metoclopramide

  • Obat-obatan terlarang dan alkohol

Zat yang dapat penyebab ginekomastia meliputi heroin, hanja, metadon, amfetamin. Bahkan alkohol.

  • Perubahan hormon alami
READ  Bagaimana cara mebgobati ginekomastia pada sipenderita. Berikut pengertiannya

Kebanyakan orang menganggap estrogen sebagai hormon khusus wanita, tetapi pria juga memproduksinya meskipun biasanya dalam jumlah kecil. Namun, kadar estrogen pria yang terlalu tinggi atau tidak seimbang dengan kadar testosteron dapat menjadi penyebab ginekomastia itu terjadi. resiko ginekomastia dapat terjadi pada bayi, selama pubertas dan pada pria dewasa.

  • Kondisi kesehatan

Beberapa kondisi kesehatan yang dapat menjadi penyebab ginekomastia dengan memengaruhi keseimbangan hormon normal. sepertihalnya Hipogonadisme. Penuaan. Tumor. Hipertiroidisme. Gagal ginjal. Gagal hati dan sirosis. Malnutrisi dan kelaparan

 

 

Sumber: Halodoc.com