Ketahui penyakit ginekomastia berikut ini

Penyakit ginekomastia merupakan suatu kondisi pertumbuhan payudara yang abnormal. Ginekomastia tersebut dapat terjadi akibat dari kelainan hormon estrogen dan testosteron yang ternyata menyebabkan pertumbuhan jaringan payudara secara berlebihan. Sebenarnya ini bukan penyakit melainkan masalah estetika saja. Pada umumnya penyakit tersebut suatu kondisi kesehatan yang umumnya terjadi pada 3 golongan, seperti bayi laki-laki yang baru lahir, anak laki-laki dengan usia 12-16. Serta pia dengan usia lanjut. Pada bayi laki-laki, payudara dapat menjadi normal dalam waktu 6 minggu hingga 3 tahun setelah pubertas. Berikut beberapa gejala penyakit ginekomastia yang dapat kamu ketahui, seperti:

  • Ada jaringan yang mengeras dan meradang di bawah puting, dan dapat dirasakan oleh tangan.
  • Ada sedikit rasa sakit pada payudara tapi tidak serius.
  • Payudara lebih besar dari laki-laki pada umumnya.

Selain itu, ada juga beberapa gejala yang sangat berbahaya. Jika gejala tersebut dialami oleh sipenderita maka segera lakukan konsultasi terhadap dokter sebelum menjadi buruk. Gejala yang akan dialami seperti payudara membengkak, keluar cairan dari puting dan rasa sakit disalah satu atau kedua payudara sipenderita.[1] “dilansir dari laman Alodokter” Gejala utama penyakit ginekomastia pada seorang pria adalah payudara membesar. Umumnya payudara dapat membesar pada kedua payudara, tetapi dapat juga terjadi hanya di satu payudara. Payudara akan terasa kenyal atau kencang, dan dapat menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan, namun umumnya tidak muncul rasa sakit. Ginekomastia disebabkan dari ketidakseimbangan hormon estrogen dan hormon testosteron. Estrogen tersebut merupakan hormon yang mengatur karakter wanita, seperti pertumbuhan payudara. Sedangkan, testosteron adalah hormon yang mengatur karakter pria, seperti pertumbuhan otot dan rambut di tubuh. Namun, baik pria maupun wanita, tetap memproduksi kedua hormon tersebut. Dengan kata lain, wanita tetap dapat menghasilkan hormon testosteron dan pria tetap menghasilkan hormon estrogen, akan tetapi dengn perbedaan perbandingan. Ginekomastia terjadi saat hormon estrogen meningkat atau kadar testosteron menurun pada pria. Pada keadaan alami, berikut ini waktu tertentu yang dapat terjadi pada penyakit tersebut, seperti:

  • Masa pubertas. Kadar hormon berubah selama masa pubertas (usia 12 hingga 14 tahun) dan membuat payudara membesar, namun umumnya akan kembali normal 6 bulan hingga 2 tahun setelah masa pubertas.
  • Masa dewasa. Pembesaran payudara kadang terjadi pada pria dalam rentang usia 50 hingga 80 tahun. Ginekomastia terjadi pada 1 dari 4 pria di rentang usia tersebut.
  • Pasca kelahiran.Bayi laki-laki yang baru lahir masih dipengaruhi hormon estrogen yang didapatkan dari ibunya saat perkembangan di dalam rahim. Lebih dari setengah bayi laki-laki terlahir dengan payudara yang membesar, namun akan kembali normal dalam 2 hingga 3 minggu setelah kelahiran.
READ  Tips 10 Sehat Yang Patut Di Coba Nomor 3 Cara Menurunkan Berat Badan

Perlu kita ketahui juga, penyakit tersebut dapat disebabkan sejumlah zat dan obat-obatan, antara lain, obat antiandrogen, seperti finasteride dan spironolactone. Obat darah tinggi golongan antagonis kalsium atau ACE inhibitor. Obat antidepresan. Suplemen penambah massa otot (steroid anabolik) Produk perawatan tubuh yang mengandung tea tree oil atau lavender. NAPZA. Alkohol. Obat infeksi jamur, seperti ketoconazole. Obat mual, seperti metoclopramide. Kemoterapi. Obat penenang, seperti diazepam. Obat penyakit jantung, seperti digoxin. Antibiotik, seperti metronidazole. Obat maag, seperti cimetidine dan omeprazole. Dan obatan lainnya. Selain obat-obatan tersebut, penyakit ginekomastia juga bisa disebabkan oleh penyakit yang ternyata dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, di antaranya:

  • Gagal ginjal. 50% pasien cuci darah terserang ginekomastia akibat perubahan hormon.
  • Saat seseorang kekurangan nutrisi, kadar testosteron akan menurun, namun kadar estrogen tetap konstan.
  • Kondisi yang menghambat produksi hormon testosteron seperti sindrom Klinefelter.
  • Beberapa tumor seperti tumor testis, tumor kelenjar adrenal, dan kelenjar hipofisis (pituitary), bisa menganggu keseimbangan kadar estrogen dan testosteron.
READ  Ketahui penyebab ginekomastia yang terjadi pada kita.

 

Sumber:

Sehatq.com

Hellosehat.com